cuka apel

Cuka Apel

Cuka apel diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun secara luas masih belum banyak yang mengetahui ini karena yang menggunakan cuka apel sebagai solusi untuk membantu penyembuhan dan pemulihan berbagai masalah kesehatan masih belum banyak terutama di Indonesia. Manfaat cuka apel baru banyak diketahui publik setelah dimunculkan dalam acara Dr Oz. Berikut adalah video acara Dr Oz Amerika tentang Cuka apel.


*Disclaimer : Hasil Tiap individu berbeda-beda, tergantung dari berbagai Faktor termasuk metabolisme tubuh.


Apa Itu Cuka Apel?

Cuka apel merupakan cuka yang terbuat dari sari apel dengan cara fermentasi dimana bakteri dan ragi mengubah gula menjadi alkohol dan hingga akhirnya menjadi asam asetat. Cuka ini kaya akan mineral, seperti kalium, natrium, klorida, fosfor, kalsium, dan magnesium, dan mineral, seperti, tembaga, fluor, serta vitamin A, B1, B2, B6, C, dan E, bioflavonoid , dan pektin sehingga dipercaya memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.


Apa itu Asam Asetat?

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka merupakan senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3–COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat pekat (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,7°C. Cuka mengandung 3–9% volume asam asetat, menjadikannya asam asetat adalah komponen utama cuka selain air.


Anggapan Mengenai Manfaat Cuka Apel

Cuka Apel Untuk Diet1. Membantu Menurunkan Berat badan – Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di jepang pada tahun 2006, terjadi penurunan nafsu makan dan berat badan dengan asupan 30 ml cuka apel, hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa cuka apel dapat membantu mengurangi masalah obesitas (kegemukan).

 

cuka apel untuk jerawat2. Membantu Mengatasi masalah Jerawat – Selain bisa membantu menurunkan berat badan, Cuka apel juga ternyata dapat membunuh bakteri, membantu menjaga keseimbangan pH kulit, dan menyerap minyak yang berlebihan pada kulit.

 

Apel untuk Diabetes3. Membantu Penyembuhan Diabetes – Menurut berbagai sumber terpercaya, cuka apel juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2. Dalam sebuah studi bahkan melaporkan bahwa cuka apel memiliki aktivitas yang sama seperti metformin atau acarbose, yang keduanya merupakan obat antidiabetes.

 

Cuka Apel Darah tinggi4. Membantu Mengatasi Tekanan Darah Tinggi – Buah apel yang belum difermentasi memiliki manfaat untuk menstabilkan tekanan darah yang akan melancarkan peredaran darah. Meskipun sudah difermentasi dan namanya berubah menjadi cuka apel tetap saja khasiatnya tidak berubah.

 

rambut cuka apel5. Membersihkan Rambut – Selain memiliki manfaat untuk mengatasi masalah jerawat, ternyata cuka apel baik untuk kesehatan rambut karena kandungannya yang bersifat residu bisa merontokkan kotoran rambut yang berasal dari produk kimia seperti gel atau hair sprey.

 

*Disclaimer : Hasil Tiap individu berbeda-beda, tergantung dari berbagai Faktor termasuk metabolisme tubuh.


Cara Aman Konsumsi Cuka Apel

Konsumsi cuka apel dalam jumlah yang wajar dengan mengikuti pedoman umum:

1. Batasi asupan: Mulailah konsumsi dalam jumlah sedikit dan secara bertahap mencapai maksimal 2 sendok makan (30 ml) setiap hari, tergantung pada toleransi pribadi anda.

2. Kurangi paparan gigi terhadap asam asetat: Larutkan cuka dalam air dan minum melalui sedotan.

3. Kumur-kumur: Kumur-kumur dengan air setelah minum cuka apel. Untuk mencegah kerusakan email lebih lanjut, kumur-kumur minimal 30 menit sebelum menyikat gigi. cara memutihkan gigi dengan cuka apel


Pro dan Kontra Cuka Apel

Tidak sedikit pertanyaan muncul tentang halal atau tidaknya mengonsumsi cuka yang dalam bahasa kimia disebut asam asetat dan alam bahasa Inggris disebut vinegar.

Hukum Cuka Vinegar
Cuka atau vinegar asalnya dihukumi halal. Allah Ta’ala berfirman,

كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُم
ْ
“Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 57).

Cuka termasuk makanan yang thoyyib (baik). Tidak ada dalil yang mengharamkan cuka sehingga cuka dihukumi halal sebagaimana asalnya. Dalil yang mendukung cuka adalah makanan yang thoyyib adalah hadits dari ‘Aisyah berikut, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَ الأُدُمُ – أَوِ الإِدَامُ – الْخَلُ
ّ
“Sebaik-baik bumbu dan lauk adalah cuka” (HR. Muslim no. 2051).
Juga ada hadits dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada keluarganya tentang lauk. Mereka lantas menjawab bahwa tidak di sisi mereka selain cuka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

نِعْمَ الأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الأُدُمُ الْخَلُّ

“Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR. Muslim no. 2052).

Rincian Hukum Cuka dari Mana Cuka Berasal
Ada beberapa rincian hukum cuka dari mana cuka berasal sebagai berikuta:
1- Jika cuka berasal dari khomr (segala sesuatu yang memabukkan), lalu diolah dengan tangan manusia menjadi cuka, maka tidaklah halal. Hadits yang mendukung hal ini,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَيْتَامٍ وَرِثُوا خَمْرًا قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ أَفَلاَ أَجْعَلُهَا خَلاًّ قَالَ « لاَ »

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Abu Tholhah pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai anak yatim yang diwarisi khomr. Lantas beliau katakan, “Musnahkan khomr tersebut.” Lalu Abu Tholhah bertanya, “Bolehkah aku mengolahnya menjadi cuka?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak boleh.” (HR. Abu Daud no. 3675. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa ini adalah penjelasan yang amat jelas bahwa khomr jika diolah menjadi cuka (dengan tangan manusia), maka itu tidak dibolehkan. Jika hal itu dibolehkan, maka tentu harta anak yatim lebih pantas untuk diperlakukan seperti itu karena harta mereka sudah sepantasnya dijaga, dikembangkan dan diperhatikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang membuang-buang harta. Jika diperintah untuk dimusnahkan berarti yang dimaksud adalah membuang-buang harta. Maka sudah dimaklumi bahwa mengolah khomr menjadi cuka tidak membuat khomr tersebut jadi suci.

2- Jika khomr berubah dari cuka dengan sendiri (secara alami). Maka ini kembali ke hukum asal cuka yang telah diulas, yaitu suci dan halal. Imam Malik rahimahullah sampai-sampai mengatakan, “Aku tidak suka seorang muslim mewariskan khomr lantas khomr tersebut diolah (dengan tangan) lantas menjadi cuka. Namun jika khomr tersebut menjadi cuka dengan sendirinya, maka tidak mengapa untuk disantap.”

3- Jika alkohol bukan aslinya dari khomr, maka tidak ada masalah. Seperti yang kita lihat dari proses saat ini yang berlaku, cuka (asam asetat) diproduksi bukan dari khomr, tetapi dari proses fermentasi tetes tebu, yang diolah menjadi alkohol, lalu aldehid dan menjadi asam asetat.
Sumber : https://rumaysho.com/3444-hukum-cuka-vinegar.html

Kesimpulan:
Yang menjadikan dasar penentuan halal haramnya cuka adalah dengan melihat dari bahan dasar apa cuka tersebut dibuat. Bila cuka dibuat dari bahan yang halal seperti apel, nira kelapa, gula atau malt maka secara otomatis cuka yang dihasilkan halal untuk dikonsumsi. Tapi jika bahan dasar cuka dibuat dari minuman keras (khamr) seperti wine atau cider. Maka cuka tersebut haram untuk dikonsumsi.


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *